Sebenarnya tak mau nyinyirin program kepemilikan rumah dari Pemda DKI Jakarta yang populer dengan DP 0 Persen, semua juga tahu progres program ini. Anies tahun lalu pernah membanggakan programnya ditiru oleh pemerintah pusat, nota benepemerintahan Jokowi – JK. Sedemikian bangganya, kepada media berucap programnya tersebut terbukti bisa dilaksanakan.

“Alhamdulillah, artinya itu membuktikan pendekatan memang bisa dilakukan. Dulu kan banyak kritik bahwa ini tidak mungkin ada dp nol, nah ini nyatanya mungkin,” ujar Anies saat ditemui di Pecenongan, Jakarta Pusat, Jumat (CNNIndonesia 9/11/2019).

Lepas dari kebenaran pemerintahan pusat mengadopsi atau tidak program, program kepemilikan rumah sudah menjadi program Jokowi dan dicantumkan dalam kampanyenya di tahun 2014. Realisasinya tercatat dalam 4 tahun pemerintahan Jokowi – JK pada bulan Oktober 2018 telah menyentuh angka 904.758 unit rumah. Dengan data ini sudah dipastikan target 1 juta rumah dalam terealisasi selama 5 tahun pada saat pemerintahan Jokowi – JK berakhir pada bulan Oktober 2019 ini.

Nah,bagaimana realisasinya dari program kepemilikan rumah dari Anies pada tahun pertamanya ? Menurut catatan, Presiden Joko Widodo telah merealisasikan 669.770 unit rumah pada tahun pertamanya. Bila diperbandingakan jumlah targetnya, angka tersebut telah mencapai 60 persen. Lain lagi Wan Abud, pada tahun pertamanya justru belum bisa mencatatkan perolehan target, Anies baru mensahkan program ini secara resmi setahun setelah masa pemerintahannya. Diperkirakan realisasi unit rumah dari program Jokowi ini bakal melewati target.

Dalam setahun Jokowi sudah mencapai 60 persen targetnya, lha Anies baru meresmikan padahal targetnya sangat muluk, yaitu memenuhi kebutuhan rumah 51,7 persen warga DKI Jakarta. Dengan sisa waktu pemerintahan efektif 3 tahun, mampukah Anies merealisasikan program tersebut ? Anies tidak bodoh, saat menginisiasi programnya tidak menyebut jumlah capaian targetnya sehingga saat ditagihnya janjinya dengan mudah bakal dijawab yang penting programnya berjalan.

Inilah bedanya kualitas kepemimpinan Anies dengan Jokowi dalam merealisasikan program kerjanya. Jokowi tidak hanya berjanji, tapi terus mengawal pelaksanaan programnya tersebut dari persiapan sampai terwujud. Tak heran selama Jokowi memerintah banyak pembangunan fisik terwujud, meski belum semua terealisasi dengan sempurna. Pada kesempatan periode kedua, saya yakin bila tak ada gangguan politik berarti realisasi untuk menaikan indeks infrastruktur nasional terealisasi.

Terbukti World Economic Forum sebuah lembaga non-profit di Swiss yang dilansir Liputan6.com (20/02/2019) melaporkan indeks infrastruktur nasional naik 10 peringkat, pada periode 2015 – 2016 indeks kita pada peringkat 62, periode berikutnya (2017-2018) melompat ke peringkat 52. Tentunya salah satu infrastruktur penyumbangnya dari program satu juta rumah. Program satu juta rumah ini bakal dilanjutkan lagi pada periode kedua setelah terbukti banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat, seperti dikatakan Arief Budimanta, Jubir Tim TKN kepada Liputan6.com (5/03/2019).

Seperti bumi dan langit cara antara Anies dengan Jokowi dalam menyelesaikan target – target programnya, dalam satu tahun pemerintahan Jokowi mampu mencapai 62 persen sebaliknya Anies masih berencana di pada periode sama. Program sejuta rumah dari Jokowi sukses mencapai target yakni segjmen masyarakat berpenghasilan rendah, sedangkan program Anies meski dibungkus dengan DP 0 persen ternyata targetnya meleset. Program kepemilikan rumah Anies hanya bisa diakses oleh segmen masyarakat berekonomi menengah atas.

Fakta ini tak bisa dipungkiri Anies, kepandaiannya menata kata ternyata tak berbanding lurus dengan kepandaiannya mengelola program kerja hingga terealisasi. Barangkali terlalu dini menilai program Anies tersebut mengingat masa pemerintahan baru setahun beberapa bulan, namun warga DKI Jakarta tak bisa dibohongi hingga kini report capaian Anies tak jelas dan cacat program. Maksud cacat disini ada penyimpangan peruntukan, lalu apa bedanya Pemda DKI Jakarta dengan developer perumahan lainnya bila hanya menjual gimmick saja ?

Kabar menggembirkan justru datang dari Program Sejuta Rumah Jokowi – JK, pada tahun ini mendapat penghargaan dari Federasi Real Estate Dunia (FIABCI) dalam kongres dunia ke-70 yang berlangsung 27-31 Mei 2019 di World Trade Center, Moskow, Rusia (Media Indonesia (11/06/2019). Penghargaan ini membuktikan program kerja Jokowi – JK diakui oleh dunia internasional, prestasi ini juga mengangkat nama Real Estate Indonesia (REI) di mata FIABCI karena mampu mendorong perkembangan industri real estate Asia Pasifik, terutama di negara berkembang.

Kita tunggu hasil kerja Anies !