Membandingkan hasil kerja Anies – Sandi dan Jokowi – Ahok jelas tidak fair.  Saat menjabat Gubernur, Jokowi mengambil keputusan politik krusial yang selama ini tak bisa terselesaikan oleh Gubernur DKI Jakarta sebelum – sebelumnya, yakni pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT). Kini dinikmati dengan suka cita oleh pendukung Jokowi dan juga pendukung Anies.

Tak hanya itu, berdasarkan pengalaman sebagai Walikota Solo, Jokowi merevitalisasi fungsi Kantor Kelurahan baik bangunan fisik dan layanannya. Dampaknya terasa sekali bagi warga DKI Jakarta, pengurusan administrasi kependudukan dan layanan perijinan untuk usaha di wilayah hukum DKI Jakarta lebih efisien.

Dua perubahan ini sangat bermanfaat untuk warga Jakarta, lalu setelah Jokowi terpilih sebagai Presiden RI ke-7, Ahok lebih agresif meningkatkan layanan publik. Terutama di bidang kebersihan kota, Ahok membentuk pasukan biru dan merah untuk membersihkan jalanan,.gorong – gorong dan sungai yang melintasi wilayah Jakarta.

Layanan ini sangat berasa dampaknya,  jalan – jalan utama tampak lebih bersih dan saluran – saluran air lebih lancar. Saat musim hujan datang, titik genangan air  dan durasi genangan air berkurang. Saat itu Ahok mengerahkan sistim kontrol banjir terpadu dan pengawasan lapangan yang melekat. Hasilnya tak mengkhianati usaha, sebagian warga DKI Jakarta puas dan senang.

Dampak lainnya adalah keindahan kota,  wajah permukaan sungai di Jakarta yang tadinya keruh dan berbau tak sedap terlihat bersih dan tak berbau. Saya pun sebagai warga Jakarta takjub, tak terbayang selama 20 tahun terakhir permukaan sungai di Jakarta bisa seperti ini.

Ahok juga memikirkan komunitas warga, remaja dan anak – anak di perumahan dan perkampungan lewat pembangunan RPTRA. Di segala penjuru Jakarta berdiri wadah kegiatan komunitas ini, sayang saat ini RPTRA terlihat kumuh tak terawat.

Untuk meningkatkan pendapat daerah, Pemda DKI Jakarta semasa Ahok menerapkan parkir mandiri di beberapa lokasi keramaian, nasibnya pun kini terbengkalai karena juru parkir liar kembali merajalela.

Selain program untuk lingkungan hidup, program jaring pengamanan sosial juga sangat diperhatikan semasa Jokowi – Ahok. Inisiasi Kartu Jakarta Pintar (KJP), Subsidi Daging kini tak terdengar gregetnya lagi. Bahkan di sana – sini terdengar banyak keluhan seperti KJP kena potong, subsidi daging yang tak jelas lagi.

Lepas dari segala kekurangan Jokowi – Ahok semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta, pasangan telah memberikan dampak luas bagi warga Jakarta. Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur ini selalu memastikan program kerja mereka terlaksana dengan baik dan tepat sasaran. Bila ada persoalan di lapangan adalah wajar sebatas masih bisa ditoleransi.

Kenapa diawal saya menyatakan  bahwa membandingkan kinerja Anies – Sandi dan Jokowi – Ahok tak fair, karena saya tidak tahu apa yang mereka kerjakan dan perkembangannya.