Di sekitar kota Solo dan Klaten siapa tak kenal Umbul Ponggok, mata air alami sudah melegenda dari zaman dulu. Konon umurnya lebih tua dari usia Republik ini. Meski begitu, tidak terlihat debit air dari kolam ini menurun, padahal sumber air ini juga untuk memasok air minum di kota Solo dan Klaten.

Pada kesempatan mengunjungi Umbul Ponggok, saya cukup terkejut, sebab semasa masih SMP sering mandi dan berenang di tempat ini bersama teman sepermainan di kota Solo. Saya ingat, kami menggunakan sepeda onthel ramai – ramai dari Solo ke Ponggok, jaraknya sekitar 30 Kilometer. Kelelahan kami dalam perjalanan tertebus ketika dinginnya air Ponggok menyentuh kulit kami, segala capek di badan sirna.

Kini Umbul Ponggok kondisinya tak seperti 30 tahun lalu yang masih alami, dipanggari batu – batu kali, dan di bibir kolam berderet warung – warung makan yang belum tertata rapi.

Tak ubah sebuah destinasi wisata keluarga modern, Umbul ini berbenah mengikuti jaman terutama tren media sosial. Dengan mengandalkan kejernihan airnya, perlu diketahui bila kita berdiri di pinggir kolam Umbul Ponggok ini kita bisa melihat sampai kedalaman satu setengah meter dengan mata telanjang.

Umbul Ponggok mulai naik daun sejak menyelenggarakan foto di dasar kolam (under water photo) dengan berbagai properti seperti sepeda motor, sepeda onthel dan lain – lain. Hasil jepretan ini menjadi trending di beberapa media sosial, terutama Instagram dan Facebook.

Sejak pemerintah menggulirkan Program Dana Desa, Wisata Air Ponggok giat bersolek dalam memperbaiki sarana dan prasarana di sekitarnya. Hasilnya, pengunjung Umbul ini selalu ramai, terutama di hari – hari libur. Daya tariknya pada atraksi foto Under Water,  bahkan pihak penyewa sampai kewalahan karena banjir order.

Manfaat Dana Desa di Desa Polanharjo, Kabupaten Klaten sangat dirasakan generasi muda. Melalui program ini banyak anak – anak muda mendapatkan pekerjaan dengan pendapat lumayan untuk ukuran sebuah desa. Bahkan bila dihitung lebih tinggi dari Upah Minimun Regional (UMR) Jawa Tengah.